Perkembangan Suatu Sejarah Mantova Di Italia

Pada satu titik, penolakan beasiswa tampaknya membawa berkah baginya. Penolakan pertama jelas merupakan pengalaman terburuk. Kemudian yang lain bertanya, “Di mana saya salah?” Tetapi ketika dia mencapai penolakan kelima atau keenam, dia akhirnya mengenali contohnya. Dari sini, Anda dapat mengatur langkah mencari beasiswa untuk mempersiapkan dan mulai mewujudkan impian Anda untuk belajar di luar negeri.

Saya pikir itu terjadi pada saya beberapa tahun yang lalu. Ketika saya tidak menerima penghargaan LPDP, pesan yang saya terima dari Politecnica di Milano (Polimi) kosong. Masalahnya adalah Anda tidak dapat menunda atau menerima tawaran tanpa pesanan. Namun, ketika saya membuka kotak masuk email saya, sebuah peringatan muncul dan tiba-tiba semua hal yang tidak mungkin di dunia ini menjadi mungkin.

Mendapatkan Beasiswa Di Luar Negeri

Segera setelah dia menerima surat penerimaan, Polimi memberi tahu saya tentang beasiswa berjudul “Investasikan dalam bakat Italia Anda” (IYT). Beasiswa ini untuk studi sarjana di bidang teknik, teknologi canggih, desain, desain, ekonomi dan manajemen. Penerima beasiswa ini juga berkesempatan untuk mengikuti program magang di masyarakat Italia. Awalnya saya tidak mengajukan beasiswa ini karena saya sangat menantikan LPDP. Setelah menerima laporan penolakan LPDP, saya diberitahu bahwa IYT telah memperpanjang masa pendaftaran. Saya sangat prihatin dengan laporan ini. Bagi saya ini bisa menjadi kesempatan bagi saya untuk mendapatkan beasiswa untuk belajar di luar negeri. Saya langsung mendaftar IYT lalu mengecek kembali persyaratannya. Terpikir oleh saya untuk juga membuat video 1 menit di mana saya akan menjelaskan persyaratan pendaftaran. Untungnya, semua dokumen yang diperlukan beasiswa memiliki hampir 90% dari mereka yang telah menerapkan Polimi, ketika saya memiliki lebih banyak waktu untuk mengumpulkan tampilan di video.

Angkatan 2016 adalah kelompok pertama yang menerima beasiswa ini, jadi tidak ada yang bertanya. Strategi saya saat itu adalah mengurus semua dokumen yang diperlukan, dan membuat video adalah prioritas utama. Ketika memilih tempat untuk gelar master, saya tidak memikirkan kota yang akan saya tuju, karena saya fokus pada universitas. Saat itu, ia ingin belajar arsitektur dan desain Italia, terutama karena reputasi Polim. Setelah menerima beasiswa, saya belajar tentang kota yang akan saya tinggali selama saya belajar. Saya tidak tahu lagi tentang Mantua di tempat Romeo dideportasi dari tragedi romantis Shakespeare. Bahkan internet tidak memberikan banyak informasi, karena debat Italia biasanya berkisar di Roma, Milan, Venesia, Florence dan Tuscany.

Mantova Budaya Dan Sejarah

Pengalaman hari pertama saya di Mantua sulit diungkapkan dengan kata-kata. Saya telah beradaptasi dengan kebisingan ibukota dan saya dapat mengatakan bahwa produk utama saya adalah kemacetan lalu lintas, polusi suara, dan gaya hidup yang serba cepat. Mantova yang santai dan tenang bertentangan dengan segalanya. Beberapa mungkin merasa sedikit kasihan dengan situasinya, tetapi bagi saya, itu adalah cara hidup penyembuhan spiritual Mantua.

Lupakan Milan dengan suasana metropolitannya dan Roma dengan atraksi wisatanya. Mantova adalah perpaduan antara budaya dan sejarah. Kota ini adalah rumah bagi karya arsitektur terbaik, seperti Basilika Sant’Andrea dan Palazzo Ducale Mantova, sehingga sangat cocok dengan studi saya master arsitektur dan sejarah bangunan.

Mengembangkan Keterampilan Kota Besar Italia

Tinggal di Mantova selama lebih dari dua tahun telah mengajari saya untuk tidak menilai dari sampul buku. Tentu saja, kota ini tidak memiliki kemewahan hidup yang nyaman seperti yang dimiliki Jakarta atau kota-kota besar Italia lainnya, tetapi Mantua layak mendapatkan penghargaan untuk taman tersembunyi yang indah, kafe-kafe asli, dan kolam renang besar yang indah sepanjang tahun.

Mantua adalah kota kecil yang dapat Anda jelajahi sepenuhnya dalam satu hari. Oleh karena itu, sangat sulit untuk menemukan orang lokal yang berbicara bahasa Inggris. Alih-alih melihatnya sebagai tantangan, saya mengambil kesempatan untuk mengembangkan keterampilan berbicara bahasa Italia saya. Selain saya, masih banyak mahasiswa internasional lainnya yang kesulitan belajar. Ketika saya di sana, saya pikir, sesuatu wada barannay, budaya bersama sepanjang waktu. Terima kasih atas koneksi ini, saya merasa seperti memiliki rumah kedua di sana.

Share post

Related Posts